Tiba-tiba entah dari mana aku kepikiran buat nggak mau nulis lagi. For God gracious' sake, aku minder banget. Apalagi setelah beberapa hari yang lalu aku ikut pelatihan dalam menulis sebuah cerita, dan itu super duper ngebosenin banget-_-tau gitu mendingan kemaren nggak usah ikut aja, karena jujur capek juga ya ternyata. Dan sekali lagi nulis itu cuman HOBI, bukan ajang buat jadi eksis atau nyari duit. Udah menguap aja lagi semangatku yang menggebu-gebu buat nulis, karena sekali lagi, aku bukan yang terbaik.
Aku tau ini konyol. Cuma gara-gara aku minder aku berhenti aja nulis. Jujur aku juga capek. Menulis juga bukan pekerjaan yang terlalu menjanjikan. Nggak selamanya aku bisa hidup dengan menulis dan menulis. Kadang sempat terpikir sih kata-kata si abah yang sama sekali nggak mendukung kegiatanku di dunia sastra itu. Abah selalu pengennya aku nggak berhubungan dengan yang namanya tulis menulis cerita. Dia bilang kalo itu bukan sesuatu hal yang terlalu penting. Mungkin dulu aku pasti bakalan langsung menyanggah apa yang abah bilang. Tapi kayaknya sekarang aku udah sedikit berubah. Tapi bukan berarti aku nggak membaca lagi ya. Aku tetap mengagumi karya tulis anak-anak Indonesia, dengan kelihaian mereka menulis itu sudah cukup membuatku merasa kalau duniaku hanyalah membaca dan membaca.
Mungkin dulu aku bercita-cita jadi seorang yang sukses namun mempunyai karyaku sendiri. Tapi sekarang pendirianku mulai goyah. Aku juga nggak tau kapan aku bakalan bisa balik nulis lagi tapi yang penting sekarang aku pengen vakum dulu dari dunia tulis menulis. Mungkin aku masih jadi pembaca setia author-author favoritku. Tapi kalau menulis, sangat disayangkan aku akan mulai berhenti. Aku juga ingin fokus ke ujian sih, kan bentar lagi ujian hehe.
Walaupun aku berenti nulis, tapi aku nggak berhenti buat nge-blog kok. Blog ini udah kayak sahabatku yang paling setia, tempat dimana aku bisa mencurahkan semua yang aku rasakan, walaupun dia pasif. Hehe. Sekian dulu deh pembahasan hal nggak penting ini. si ibu udah manggil buat makan malam. Byee
Aku tau ini konyol. Cuma gara-gara aku minder aku berhenti aja nulis. Jujur aku juga capek. Menulis juga bukan pekerjaan yang terlalu menjanjikan. Nggak selamanya aku bisa hidup dengan menulis dan menulis. Kadang sempat terpikir sih kata-kata si abah yang sama sekali nggak mendukung kegiatanku di dunia sastra itu. Abah selalu pengennya aku nggak berhubungan dengan yang namanya tulis menulis cerita. Dia bilang kalo itu bukan sesuatu hal yang terlalu penting. Mungkin dulu aku pasti bakalan langsung menyanggah apa yang abah bilang. Tapi kayaknya sekarang aku udah sedikit berubah. Tapi bukan berarti aku nggak membaca lagi ya. Aku tetap mengagumi karya tulis anak-anak Indonesia, dengan kelihaian mereka menulis itu sudah cukup membuatku merasa kalau duniaku hanyalah membaca dan membaca.
Mungkin dulu aku bercita-cita jadi seorang yang sukses namun mempunyai karyaku sendiri. Tapi sekarang pendirianku mulai goyah. Aku juga nggak tau kapan aku bakalan bisa balik nulis lagi tapi yang penting sekarang aku pengen vakum dulu dari dunia tulis menulis. Mungkin aku masih jadi pembaca setia author-author favoritku. Tapi kalau menulis, sangat disayangkan aku akan mulai berhenti. Aku juga ingin fokus ke ujian sih, kan bentar lagi ujian hehe.
Walaupun aku berenti nulis, tapi aku nggak berhenti buat nge-blog kok. Blog ini udah kayak sahabatku yang paling setia, tempat dimana aku bisa mencurahkan semua yang aku rasakan, walaupun dia pasif. Hehe. Sekian dulu deh pembahasan hal nggak penting ini. si ibu udah manggil buat makan malam. Byee
